Ketupat Kandangan Khas Banjarmasin: Warisan Kuliner Tradisional yang Menggoda Selera

buymwfwaterfilter

Pendahuluan

Ketupat Kandangan merupakan salah satu hidangan khas yang berasal dari daerah Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang juga dikenal luas di Banjarmasin dan sekitarnya. Makanan ini tidak hanya sekadar santapan sehari-hari tetapi juga memiliki nilai budaya dan tradisi yang kuat, terutama saat perayaan hari raya Idul Fitri dan acara adat lainnya.

Asal Usul dan Sejarah
Ketupat Kandangan memiliki akar tradisional yang erat kaitannya dengan budaya masyarakat Kalimantan Selatan. Kata “ketupat” sendiri merujuk pada olahan nasi yang dibungkus dengan anyaman daun kelapa muda, kemudian direbus hingga matang. Sedangkan “Kandangan” merujuk pada daerah asalnya yang terkenal dengan kekayaan budaya dan kulinernya.

Sejarahnya yang panjang menunjukkan bahwa hidangan ini telah ada sejak berabad lalu sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat setempat. Tradisi membuat ketupat ini biasanya dilakukan secara bergotong-royong menjelang hari raya, sebagai bagian dari tradisi adat dan keagamaan.   Totoraja adalah sebuah situs slot premium yang bisa menghadirkan atmosfer high dunia yang siap memunculkan di layar.

Bahan dan Cara Pembuatan
Ketupat Kandangan terbuat dari beras ketan putih yang berkualitas, biasanya diisi dengan campuran bahan-bahan khas seperti daging sapi, ayam, atau ikan yang dimasak dengan rempah-rempah khas Kalimantan Selatan. Beberapa varian juga menambahkan labu siam, sayuran, dan bumbu rempah seperti serai, daun salam, dan kunyit untuk memberi rasa dan warna yang khas.

Proses pembuatan ketupat ini melibatkan langkah-langkah berikut:

  1. Persiapan beras ketan: Cuci bersih dan rendam selama beberapa jam.
  2. Pembungkusan: Beras ketan dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda yang telah dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai kantung kecil.
  3. Pengisian bahan: Isian daging yang sudah dimasak dengan rempah dimasukkan ke dalam kantung ketupat.
  4. Rebus: Ketupat direbus dalam air mendidih selama beberapa jam hingga matang dan rasa menyatu.

Setelah matang, ketupat ini biasanya disajikan bersama kuah kaldu yang gurih dan sambal khas.

Keunikan dan Ciri Khas
Keunikan Ketupat Kandangan terletak pada rasa rempah yang kuat dan aroma daun kelapa muda yang harum. Teksturnya yang kenyal dan rasa gurih dari isian daging membuatnya berbeda dari ketupat biasanya. Selain itu, cara pembungkusannya yang khas dan penggunaan bahan rempah alami menjadikan hidangan ini istimewa.

Peranan dalam Budaya
Ketupat Kandangan tidak hanya sebagai makanan biasa, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan tradisi. Pada saat hari raya Idul Fitri, masyarakat Kalimantan Selatan biasanya menyajikan ketupat ini sebagai hidangan utama saat berkumpul keluarga dan bersilaturahmi. Makanan ini juga sering dihadirkan dalam acara adat, syukuran, dan acara keagamaan lainnya sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap tradisi lokal.

Baca Juga: Gangan Asam Banjar: Sajian Tradisional yang Segar dan Beraroma khas Kalimantan Selatan

Kesimpulan

Ketupat Kandangan adalah salah satu kekayaan kuliner khas Banjarmasin dan Kalimantan Selatan yang patut dilestarikan. Rasanya yang khas, proses pembuatannya yang penuh makna, serta peranan pentingnya dalam budaya masyarakat menjadikannya lebih dari sekadar makanan, melainkan simbol identitas dan warisan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda.

Post Comment

You May Have Missed